Daftar isi: [Tutup/Tampilkan]
Update Area 4 Rabu 28 Desember 2022
- Panen ke 26 dan merupakan panen yang Terakhir
- Terakhir karena diterakhirkan berhubung Kordinator / penanggungjawabnya mau beralih tugas
- Seharusnya masih bisa beberapa kali panen lagi kalau masih diteruskan perawatannya, karena bunga masih bermunculan.
- Dengan demikian maka masa panen cabe area 4 ini telah berlangsung selama kurang lebih 7 bulan yaitu dari bulan Juni 2022 sampai bulan Desember 2022.
- Harga tertinggi yang pernah dilalui masa panen Area 4 adalah Rp. 82.000 per kg.
- Target sebelumnya paling tidak selama 1 tahun masa panennya, namun karena masalah korditanatornya yang mau pindah tugas tadi ditambah adanya tanaman cabe dilahan lain yang lebih luas lagi yang butuh perhatian yang lebih serius, jadi terpaksa diterakhirkan.
- Terima kasih Area 4 telah memberikan yang terbaik.
***
BERTANI DARI HATI
SECUIL PENGALAMAN BUAH DARI SEBONGKAH RASA PENASARAN
Bermula dari rasa keinginan untuk membantu masyarakat petani untuk mengatasi permasalahannya dibidang permodalan, maka muncullah ide untuk merealisasikannya melalui pola kerjasama tertentu.Dan, karena pada dasarnya hanya untuk mengatasi permasalahan permodalan, maka pola kerjasama tertentu dimaksud secara tidak langsung mensyaratkan syarat lain yang harus tersedia yaitu ketersediaan lahan dan tenaga kerja di lain pihak.Bahwa dengan adanya kombinasi 3 komponen dasar dimaksud yaitu lahan, tenaga kerja dan modal, secara teori niscaya permasalahan klasik para petani bisa teratasi.***Dari hasil penyaringan beberapa calon mitra yang dianggap potensial, terjadilah kesepakatan kerjasama dengan 3 orang petani yang memenuhi syarat, yaitu petani yang mempunyai lahan minimal 2 hektar, dan ada tenaga yang siap untuk mengelolanya sesuai jenis tanaman yang akan ditanam yang untuk awal-awal difokuskan untuk tanaman Cabe, Kentang, Tomat dan yang sejenisnya.Dari beberapa contoh simulasi yang bersumber dari potensi, asumsi maupun proyeksi, disepakatilah sistem bagi hasil dengan sistem fifty-fifty (50 :50) dari keuntungan. Sementara keuntungan dimaksud adalah hasil bersih dari penjualan dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh pemilik modal.Dengan pola kerjasama ini, kecuali untuk biaya tenaga kerja, semua biaya-biaya yang harus keluar menjadi tanggungan pemilik modal. selama proses produksi berlangsung akan diperhitungkan terlebih dahulu, lalu sisanya dibagi dua.Akan tetapi karena satu dan lain hal yang menyebabkan menjadi tidak ada untung atau malah rugi, maka kerugian tersebut tidak dibebabankan kepada Petani, akan tetapi menjadi risiko pemilik modal.***Singkat cerita, dari 3 orang petani yang kerjasama tersebut tak seorangpun yang dapat memberikan imbal jasa sebagaimana yang diharapkan. Jangankan imbal jasa, untuk kembali modal saja dari hasil panen tanaman yang ditanaman tidak pernah terjadi. Bahkan untuk hanya setengahnyapun tidak bisa sama sekali.Mulai dari sesi pertama, kedua, ketiga dan seterusnya hingga rata-rata 5 sesi musim tanam sesuai musim tanamnya, tidak pernah satu sesipun yang bisa menghasilkan untung. Bahkan jangankan untung, untuk kembali modal, pun hanya untuk setengahnya saja tidak pernah bisa tercapai, sehingga membuat semakin lama, modal semakin banyak tergerus hingga kalau dihitung-hitung sudah mencapai 200 jutaan.Dikira dari sesi berikutnya akan bisa menggantikan kerugian yang ada, maka masih ada upaya-upaya untuk mencoba terus. Gagal lagi, coba lagi, gagal lagi, coba lagi, demikian seterusnya hingga berlangsung sampai berapa sesi percobaan.Padahal maksudnya apabila ada keuntungan, maka keuntungan tersebut akan dimanfaatkan untuk menambah calon mitra baru dari petani lain, supaya lebih banyak lagi yang bisa terbantu. Kalau dari awal misalnya 3 keluarga petani, setelah itu bisa menjadi 6, dari enam bisa jadi 12, dari 12 bisa jadi 24 demikian seterusnya bisa menjadi ratusan bahkan sampai ribuan untuk jangka panjangnya.
***
Untuk yang lebih detil lagi bisa dibaca di kisah Bertani dari Hati di https://www.corpstanilintong.com/search/label/Kisah?&max-results=20
Dan, anda punya kisah atau pengalaman menarik yang sejenis? kirimkan ke plutodelapandua@gmail.com untuk kita share di website https://www.corpstanilintong.com/ ini

